Accoustic room


TUJUAN AKUSTIK

Sebenarnya pertanyaan awal yang kita perlu jawab adalah apa tujuan kita merancang sebuah ruang akustik untuk high end audio yang kita miliki. Untuk menjawab pertanyaan tersebut secara tepat kita perlu menyamakan persepsi kita. Yang saya maksudkan dengan merancang ruang akustik adalah dimana seseorang dengan sadar mulai mengatur – mengatur letak speakernya walaupun perangkat audio orang tersebut berada di ruang keluarga yang tidak di pasangkan sedikitpun produk akustik. Dan jika kita bertanya kepada orang tersebut mengapa anda mengatur letak speaker anda, maka kita dihadapkan pada ratusan kemungkinan jawaban yang beragam – ragam. Jawaban yang paling sederhana yang sering kita dengar adalah supaya suara musik dapat terdengar lebih enak.
Lalu apa tujuan akustik pada ruang high end audio?
Ada beberapa kemungkinan jawaban yang sering dikemukan orang mengenai pertanyaan apa tujuan anda memasang akustik di ruangan audio. Misalnya: untuk mendengar suara musik yang enak ruangan tidak boleh ada gemanya, atau supaya ruangan audio saya tidak mati perlu dipasang diffuser pada seluruh dinding dan tidak boleh ada material serap sama sekali. Kita kembali dihadapkan pada persepsi – persepsi yang saling bertentangan satu dengan lainnya yang tidak disertai dengan prinsip dasar yang benar.


PERSEPSI TENTANG SUARA YANG BENAR

Untuk menghindari perseteruan persepsi yang terjadi seperti contoh diatas ada baiknya kita menetapkan terlebih dahulu mengenai persepsi suara musik yang benar. Untuk itu saya tidak berani gegabah menentukan kriteria persepsi suara yang benar. Berhubung kita semua adalah orang high end audio maka kriteria suara musik yang benar yang kita mengacu kepada buku Introduction to High End Audio karangan Robert Harley. Di buku tersebut disebutkan beberapa kriteria tentang suara musik yang benar mulai dari:
1) Tonal Balance , 2) Stereo Image, 3) Dinamika Suara.
Jadi menurut anda apakah jawaban yang tepat untuk pertanyaan: Apa tujuan akustik pada ruang high end audio? Jawaban yang tepat adalah untuk menghasilkan suara musik yang memiliki tonal balance, sound stage dan dinamika musik yang baik.
Sebenarnya terdapat beberapa kriteria lain mengenai reproduksi suara yang benar dalam buku tersebut tetapi untuk membatasi cakupan bahasan pada seminar ini saya hanya mengambil tiga kriteria yang menurut saya penting untuk di bahas.


APA MASALAH AKUSTIK DI RUANG AUDIO

Umumnya rantai reproduksi musik untuk seorang audiophile adalah perangkat sumber suara, kabel, amplifier, kabel dan speaker. Suara reproduksi musik dari speaker kita sampai ke telinga kita melalui media ruang audio. Jadi komponen terakhir dari mata rantai reproduksi sinyal musik kita adalah ruang audio yang kita miliki.
Masalahnya setiap ruang audio memiliki warna tonal yang disebabkan oleh room modes (resonansi) dan reverberation (gaung) yang memberikan warna tambahan terhadap hasil reproduksi musik yang kita dengar. Masalah kedua adalah pantulan – pantulan awal yang terjadi di dinding memberikan sensasi arah suara tambahan pada sinyal keluaran speaker kita yang merusak stereo image. Dan masalah ketiga adalah noise room yang mengurangi rentang dinamika musik yang kita dengar hal ini memberikan sensasi musik yang terkompresi dan kita semakin jauh dari dinamika asli.


ACUAN DESAIN

Apabila kita lebih sering menikmati musik yang direkam pada sebuah studio maka acuan desain ruang audio kita sebaiknya menggunakan parameter – parameter akustik studio rekaman. Seperti yang kita dapat lihat pada foto di bawah ini adalah desain akustik ruang pada studio rekaman.

recordingstudio
Dan apabila musik yang kita sering dengar adalah musik klasik yang di rekam secara live berikut dengan nuansa alami akustik di ruangan tersebut maka acuan desain ruang audio kita boleh mengacu ke pada parameter – parameter sebuah concert hall mini. Contoh gambar di bawah ini adalah concert hall milik Disney yang berlokasi di Los Angeles.
Secara statistik musik yang beredar di pasaran lebih dari 90% adalah suara yang di rekam di studio musik. Dan seluruh musik yang beredar di pasaran adalah hasil edit studio rekaman.


KESIMPULAN

Kesimpulan dari makalah ini adalah setiap aktifitas dan usaha yang kita lakukan pada ruangan kita untuk mendapatkan tonal balance, sound stage dan dinamika musik yang baik maka kita sudah berada pada jalur yang benar.
Akan tetapi apa bila aktifitas dan usaha yang kita lakukan pada ruangan audio memberikan hasil yang berlawanan maka kita melakukan usaha dan aktifitas yang kurang tepat.




Source : www.peredamsuara.com